Mengaktifkan Otak Kiri

3599Otak Mengaktifkan Otak Kiri
Untuk anak yang dominan otak kanan, kita perlu mengaktifkan otak kiri nya, antara lain dengan cara berikut:
  1. Biasakan anak tepat waktu dalam melakukan berbagai kegiatan 
  2. Buat jadwal kegiatan harian untuk melatih keteraturan padanya
  3. Dorong anak untuk mencoba menguasai salah satu program komputer, bukan hanya sekedar bisa mengetik.
  4. Dorong anak untuk rajin mencatat pengeluaran pribadinya setiap hari
  5. Minta anak menyusun buku-buku koleksinya berdasarkan urutan jenisnya/kategorinya
  6. Setelah anak menonton film favoritnya, minta ia menuliskan pendapatnya atas film tersebut secara kritis, berdasarkan urutan ceritannya
  7. Jika anak menghadapi masalah, minta ia memerhatikan aspek-aspek atau komponen yang ada pada masalah dengan mencoba mengikuti satu demi satu
  8. Bangkitkan semangat anak untuk mau dan berani memulai melakukan hal-hal tadi

Berhijab Dengan Syari


01. ceritanya, barusan bareng keluarga belanja di mal | dari sana, ada yang sangat penting perlu saya bagikan malam ini

 02. tentang Muslimah, tentang hijab | yang sekarang bergeser makna, dari ketaatan menjadi sekedar trend tanpa nilai syar’i

03. makin hari makin terasa | hijab hanya dimaknai sekedar busana ikutan | memakai karena Muslimah lain lazim memakainya

04. tentu saja | apapun niat kenakan hijab | tetap seorang Muslimah harus dihargai dalam usaha pendekatannya terhadap Allah, usaha taatnya

05. dalam ikhlas ada pembiasaan, dalam taat ada latihan | dan semua usaha pendekatan pada Allah walau belum sempurna layak diapresiasi


06. maka pada Muslimah yang telah mengenakan hijab | tentu hamdalah kita ucapkan dan kita doakan agar istiqamah

07. namun tentu apresiasi terhadap Muslimah yang kenakan hijab, tidak menghalangi nasihat padanya | tentu menyempurnakan hijab lebih utama

08. mengenai hijab, ia adalah penutup aurat Muslimah | sederhananya terdiri dari 2 lembar pakaian | jilbab di badan dan kerudung di kepala

09. adapun jilbab dan kerudung | telah kami bagikan sedikit dari pembahasannya | bisa diulang baca di >> chirpstory.com/li/6487

10. kerudung, telah jelas dibahas Al-Qur’an di QS 24:31 | bahwa ia harus terulur sampai batas dada, bukan hanya pembungkus kepala

11. kerudung bukan pengganti rambut | yang harus diolah sedemikian rupa hingga jadi hiasan baru | pusat perhatian lelaki

12. kerudung bukan kain yang diulurkan ke punggung | dan malah menampakkan dada, dengan alasan menampakkan motif baju di bagian dada

13. kerudung bukan perhiasan, ia penutup perhiasan | wajib diulurkan hingga batas dada sebagaimana pinta Rasulullah

14. kami juga heran dengan zaman ini | untuk apa ada tambahan kerudung hingga kerudung menyerupai sanggul? | menyerupai punuk unta?

15. nyata-nyata Rasulullah pesankan kehati-hatian terhadap gumpalan rambut atau bukan rambut yang membentuk punuk unta di kepala

16. mengenai punuk unta, ketidakbolehannya dan larangannya | boleh sekali lagi dibaca ulang di >> chirpstory.com/li/7525

17. jujur, ngeri melihat kepala Muslimah jadi membesar seperti itu | lebih ngeri lagi karena Rasulullah justru melarang model punuk unta

18. hijab itu berarti kesederhanaan, melindungi keindahan | lebih sederhana lebih baik, kepala tanpa tambahan, apa adanya, pure

19. bila rambut dirasa panjang, maka lebarkan kerudung, atau gerai kebawah | bila perlu bolehlah dipotong seperlunya

20. pasti ada jalan untuk tampil syar’i tanpa model punuk unta | dan kerudung terulur panjang hingga menutupi batas dada

21. mengenai jilbab, ia mesti longgar, dan tidak transparan | terulur menutupi seluruh tubuh Muslimah, sebagaimana lazimnya jubah

22. bila jilbab berpotongan, ada ulama yang membolehkan | walau lazimnya dikenal jilbab adalah baju terusan yang tak berpotongan

23. jangan lupakan pula kaos kaki | kaki wanita termasuk aurat | sempurnakan menutup aurat dengan kaos kaki

24. sederhana-lah dalam berhijab, ketaatan yang mencapai Allah, bukan gegaya dan mode | jangan merumitkan, jangan menyusahkan diri

25. sederhanalah menampilkan diri dan penuhi syarat syariat | jangan demi mengejar mode, malah meninggalkan syarat syariath usaha agar diperhatikan Allah | bukan agar diperhatikan manusia

27. nasihat ini bukan karena benci namun peduli | bukan sindiran namun perhatian

28. amanah ilmu adalah disampaikan | walau sungkan harus kami lakukan

29. jadi bila manfaat, maka itu keutamaan ilmu yang Allah turunkan dalam Al-Qur’an | bila salah tentu itu manusia punya kelemahan

30. tentu dalam doa, selalu kami panjatkan | agar setiap Muslimah yang berjalan menuju ketaatan, dimudahkan menyempurnakannya
            http://alfatihcenter.com/2012/12/berhijab-dengan-syari/

Ustadz Felix Siauw
My Inspiration
Follow @felixsiauw

Kisah dibalik sebuah Pembentukan Karakter

Suatu waktu seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan tampak luarnya lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah hijau.
 
Dibawahnya batu itu ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (semacam alat pemotong), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaan yang kasar dari batu tersebut dan dipoles.

Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang kehijauan dan kasar, berangsur-angsur menjadi hijau, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya tercipta sebuah batu yang bernilai.

Pelajaran dari cerita diatas adalah….

Sebenarnya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu dalam kondisi lapuk, berlumut dan rapuh, kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempah kita.

Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya coabaan tersebut adalah sarana yang datang dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga bisa terlihat bersinar.

Sekarang mari kita pikirkan, dimana posisi kita? Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai tinggi itu?.

Kita akan menjadi pribadi yang paripurna hanya jika kita bersedia menerima tempaan demi tempaan yang datang dari Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.

Istri yang Menyejukkan Hati

istri-penyejuk-hati
Sebaris kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seorang istri yang ingin menjadi perhiasan terindah dunia dan bidadarinya akhirat  yaitu wanita shalihah. Semoga melalui kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi seseorang yang mendambakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang diridhai oleh Allah  ‘Azza wa jalla

Ia menceritakan pengalamannya:

“Ketika aku menikahi Zainab binti Hudair aku berkata dalam hati: Aku telah menikah dengan seorang wanita Arab yang paling keras dan paling kaku tabiatnya. Aku teringat tabiat wanita-wanita bani Tamim dan kerasnya hati mereka. Aku berkeinginan untuk menceraikannya. Kemudian aku berkata (dalam hati): “Aku pergauli dulu (yaitu menikah dan berhubungan dengannya), jika aku dapati apa yang aku suka, aku tahan ia. Dan jika tidak, aku ceraikan ia.”

Kemudian datanglah wanita-wanita bani Tamim mengantarkannya. Dan setelah ditempatkan dalam rumah, aku berkata, “Wahai fulanah, sesungguhnya menurut sunnah apabila seorang wanita masuk menemui suaminya hendaklah si suami shalat dua rakaat dan si istri juga shalat dua rakaat.”
Akupun bangkit mengerjakan shalat kemudian aku menoleh ke belakang ternyata ia ikut shalat di belakangku. Seusai shalat para budak-budak wanita pengiringnya datang dan mengambil pakaianku dan memakaikan padaku pakaian tidur yang telah dicelup dengan za’faran.
Dan tatkala rumah sudah kosong, aku mendekatinya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata, “Tahan dulu (sabar dulu).”

Aku berkata dalam hati, “Satu malapetaka telah menimpa diriku.” (yakni musibah telah menimpa dirinya)
Lalu ia memuji Allah kemudian memanjatkan shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Aku adalah seorang wanita Arab. Demi Allah, aku tidak pernah melangkah kecuali kepada perkara yang diridhai Allah. Dan engkau adalah lelaki asing, aku tidak mengenali perilakumu (yakni aku belum mengenal tabiatmu).

Beritahulah kepadaku apa saja yang engkau suka hingga aku akan melakukannya dan apa saja yang engkau benci hingga aku bisa menghindarinya.”
Aku berkata kepadanya, “Aku suka begini dan begini (Syuraih menyebutkan satu persatu perkataan, perbuatan, makanan dan segala sesuatu yang disukainya) dan aku benci begini dan begini (Syuraih menyebutkan semua perkara yang ia benci).”

Ia berkata lagi, “Beritahukan kepadaku siapa saja anggota keluargaku yang engkau suka bila ia mengunjungimu?”
Aku (Syuraih) berkata, “Aku adalah seorang qadhi, aku tidak suka mereka (anggota keluargamu) membuatku bosan.”

Maka akupun melewati malam yang paling indah, dan aku tidur tiga malam bersamanya. Kemudian aku keluar menuju majelis qadha’, dan aku tidak melewati satu hari melainkan hari itu lebih baik daripada hari sebelumnya.

Tibalah waktu kunjungan mertua.
Yaitu genap satu tahun (setelah berumah tangga).
Aku masuk ke dalam rumahku. Aku dapati seorang wanita tua sedang menyuruh dan melarang.
Aku bertanya, “Hai Zainab, siapakah wanita ini?”
Istriku menjawab, “Ia adalah ibuku.”
“Marhaban”, sahutku.

Ia (ibu mertua) berkata, “Bagaimana keadaanmu hai Abu Umayyah?”
Alhamdulillah baik-baik saja”, jawabku.
“Bagaimana keadaan istrimu?” Tanyanya.
Aku menjawab, “Istri yang paling baik dan teman yang paling cocok. Ia mendidik dengan baik dan membimbing adab dengan baik pula.”

Ia berkata, “Sesungguhnya seorang wanita tidak akan terlihat dalam kondisi yang paling buruk tabiatnya kecuali pada dua keadaan: Apabila sudah punya kedudukan di sisi suaminya dan apabila telah melahirkan anak. Apabila engkau melihat sesuatu yang tak mengenakkan padanya pukul saja. Karena, tidaklah kaum lelaki memperoleh sesuatu yang lebih buruk dalam rumahnya selain wanita warhaa’ (yaitu wanita yang tidak punya kepandaian dalam melakukan tugasnya).

Syuraih berkata, “Ibu mertuaku datang setiap tahun sekali kemudian ia pergi sesudah bertanya kepadaku tentang apa yang engkau sukai dari kunjungan keluarga istrimu ke rumahmu?”
Aku menjawab pertanyaannya, “Sekehendak mereka!” Yaitu sesuka mereka saja.
Aku hidup bersamanya selama dua puluh tahun, aku tidak pernah sekalipun mencelanya dan aku tidak pernah marah terhadapnya.”
Dikutip dari buku Agar Suami Cemburu Padamu karya Dr. Najla’ As-Sayyid Nayil, penerbit Pustaka At-Tibyan

Artikel www.kisahmuslim.com

♥Jadilah yang setia dalam ketidak sempurnaan♥



Ingatlah,, jika kau mencari kesempurnaan,, maka nihil yang akan kau dapatkan,,,
Jika hidup kita terasa tak indah maka tugas kita adalah membuat hidup kita menjadi indah,,,
Bahagia itu datang dari diri sendiri bukan dari keadaan,,Jadikan bahagia sebagai alasan hidup kita,,,
Cinta Adalah Karunia dari yg Maha Kuasa,, dan kita lah yang akan menjaga&merawat nya,,,
Memberi dan menerima dengan sepenuh hati,, adalah cerminan dari rasa cinta,,,

Kecantikan seorang perempuan akan semakin bersinar ketika ia mengerti arti mengasihi,, dan menyempurnakan hidupnya yang tak sempurna,,,
Sebuah kata sempurna itulah yang selalu di cari oleh manusia,.. dan entah mengapa mereka sangat terobsesi dengan kesempurnaan tanpa batas.. padahal sempurna itu cuman Tuhan yang memiliki.. tak sedikit pula manusia melupakan segaanya hayan untuk kesempurnaan duniawi meningalkan keluarga sampai keimanan di pertaruhkan,.. 

Tapi disisi lain pencarian kesempurnaan itu juga ada baiknya,. dengan mencari kesempurnaan maka manusia itu mempunyai semangat dan tujuan hidup, manusia dengan pencarian kesempurnaan akan lebih memikiki soul.. yang menjadi masaah itu adalah kesempurnaan yang tiada batasan sehingga lebih cendrung pada ke khilafan,, akan terasa indah bila kita dapat mematok ukur batasan kesempurnaan itu sendiri.. jadi lebih baik kita belajar setia dalam ketida sempurnaan yang akan membuat kita lebih nikmat menjalali hidup ini 
Inspirasi Ku:
Tri Yulianto-Keluaga Cilacap

renungan agar bisa membuat kita lebih bersyukur dan memotivasi diri

Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyyat (51): 21 “dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?”

Coba kita sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup anda. Renungkan tentang apa yang telah kita capai, orang-orang yang selama ini menyayangi dan memperhatikan kita, pengalaman yang telah kita dapatkan, keahlian dan minat yang kita miliki, apa yang kita yakini, dan hal-hal terindah yang telah terjadi dalam hidup kita.

Seringkali kita menginginkan kehidupan yang sempurna tanpa memahami bahwa kita perlu untuk merubah diri sendiri, membuat apa yang kita miliki lebih bernilai dan berguna menjadi bekal untuk menjalani perantauan yang panjang dalam perjalanan menuju kampung abadi nanti.


Jika kamu merasa pekerjaan anda sangatlah berat, bagaimana dengan dia??





Bila Anda merasa gaji anda sangat sedikit, bagaimana dengan anak yg malang ini??

 



Jika Kamu merasa belajar adalah sebuah beban, contohlah semangat dia..





Jika kamu sempat merasa putus asa, ingatlah orang ini!

 



Pantaskah kita mengeluh tentang makanan disaat ia sedang membayangkan makan happy meal??





Jika Kamu merasa hidup Kamu sangat menderita, apakah Kamu juga merasakan penderitaan seperti orang ini??





Jika Kamu merasa hidup Kamu tidak adil, bagaimana dengan dia??





Di saat kita kecil dimanja dan di sayang, manjakah mereka??





Tidakah merasa bersalah kita masih selalu tidak mendengarkan bahkan melawan ibu kita?




Pahamkah kita dengan potensi yang kita miliki? Apakah kita sudah membuka bungkusan potensi yang Allah hadiahkan khusus untuk kita dan memolesnya untuk kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat? ataukah mungkin sebaliknya untuk kehidupan yang lebih buruk dan mudharat?

Terkadang kesadaran akan potensi diri sering terlambat muncul sementara usia serta kondisi sudah tdk sesuai dan tidak memadai lagi. Untuk unjuk kemampuan hingga diakui prestasinya hingga dihargai terkadang butuh waktu sebentar, tetapi persiapan untuk itu bisa sangat lama.

Bagaimana mungkin kita mendapatkan hal-hal yang lebih besar bila kita tidak mensyukuri atas yang kita telah miliki sekarang? Semuanya hanya bisa dimulai dengan apa yang kita telah miliki sekarang dan mensyukurinya... coba tengok diri kita, lihat keluarga kita, lihat tetangga kita, lihat teman-teman kita, lihat saudara-saudara kita apakah mereka menyayangi kita dan coba kita lihat lebih jauh lagi bagaimana kebesaranNya dan kekuasaanNya....

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah: 152 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. Dan dalam QS Az-Zumar: 66, “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.

Esensi syukur ada pada amaliah perbuatan (tindakan nyata) sehari-hari. Bentuk implementasi dari rasa syukur banyak macamnya bisa ucapan lisan yang bermanfaat seperti berkata hanya yang baik dan benar, zikir, do'a dan da'wah dan ucapan hati seperti iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasulnya dan qada dan qadar dilengkapi dengan amaliah perbuatan seperti shalat, puasa, zakat dan haji bila mampu serta segala kebaikan yang dilakukan karena Allah ataupun amaliah hati seperti sabar, ikhlas dan tawakal adalah implementasi syukur.

Sekarang adalah bagaimana kita memahami dan mengembangkan potensi yang kita miliki dan meyakini yang Allah telah anugerahkan pada kita, dengan mengamalkannya sehingga tidak hanya bermanfaat untuk kita tetapi juga buat orang lain. Jika segala karunia Allah SWT yang terbentang luas dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan bersama dengan senantiasa mengacu kepada aturan Allah SWT, Sang Khalik, maka tidak mustahil, Allah SWT akan menurunkan rahmat dan kebaikanNya tidak hanya di hari akhir nanti tetapi juga langsung kita terima tunai di dunia ini.

Ya Allah ampunilah kami mahluk yang jarang bersyukur.....

Jodoh Dan Pilihan





Sahabatku, bertemunya kita dengan seseorang yang kita cintai ada unsur rasa dan ada unsur rasionalitas. Perasaan cocok sering lebih “benar” dibanding pertimbangan "logika". Jika seorang wanita dalam pertemuan pertama dengan seorang lelaki langsung merasa bahwa lelaki itu terasa “sreg” untuk menjadi pendamping hidupnya, meski ia belum mengetahui secara detail siapa identitas si lelaki itu, biasanya faktor perasaan sreg itu akan menjadi faktor dominan dalam mempertimbangkan. Sudah barang tentu ada orang yang tertipu oleh penampilan, yakni langsung tertarik oleh penampilan, padahal sebenarnya penampilan palsu. Sementara itu argumen rasionalitas berdasar data lengkap tentang berbagai segi dari karakteristik lelaki atau perempuan, mungkin dapat memuaskan logika, tetapi mungkin terasa kering, karena pasangan bukan semata masalah logika, tetapi justru lebih merupakan masalah perasaan.

Ada pasangan yang bertemu yang dari segi infrastruktur logis (misalnya keduanya ganteng dan cantik, usia sebaya, rumah tempat tinggalnya bagus, penghasilan mencukupi, kelengkapan hidup lengkap) mestinya bahagia, tetapi pasangan itu justru melewati hari-harinya dengan suasana kering dan membosankan, karena hubunganya lebih bersifat formal dibanding rasa. Perasaan sreg dan cocok akan dapat mendistorsi berbagai kekurangan, sehingga meski mereka hidup dalam kesahajaan, tetapi mereka kaya dengan perasaan, sehingga mereka dapat merasa ramai dalam keberduaan, merasa meriah dalam kesunyian malam, merasa ringan dalam memikul beban, merasa sebentar dalam mengarungi perjalanan panjang. Mereka sudah menikah bahkan melewati usia 40 tahun perkawinan, tetapi serasa masih pengantin baru.

Sahabatku, jodoh memang pilihan kita namun hasil akhirnya adalah ketetapan Allah maka memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas sholat, puasa dan shodaqoh merupakan upaya lahir dan batin meletakkan diri pada titik terendah berserah diri hanya kepada Allah, memohon apa yang terbaik dari sisiNya sekaligus memohon ampun bila ada perbuatan yang tanpa kita sadari bahwa diri kita melakukan kemaksiatan sekecil apapun sehingga Allah menghilangkan segala penghalang dan rintangan kita bertemu dengan jodoh kita yang berkualitas, beriman dan sholeh bukan semata pasangan hidup di dunia namun juga dunia dan akhirat dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Jangan berkecil hati, tetaplah semangat dan optimis bahwa Allah menyegerakan jodoh untuk anda.