Doa hari ke 24 Ustad Felix Siauw

Ustad Felix Siauw
Embedded image permalink
  1. #1DOA hari ke-24 | (QS 7:204) | "Perintah Untuk Menyimak Al-Qur'an"
  2. "Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (QS 7:204)
  3. "Allah perintahkan diam saat Al-Qur'an dibaca | sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan kepadanya" (Ibnu Katsir)
  4. yang dilakukan kafir Quraisy jahil malah sebaliknya | yaitu mengajak orang untuk tidak mendengar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh
  5. Allah menyampaikan perilaku kafir Quraisy dan orang musyrik itu dalam QS 41:26 | yaitu menghalangi manusia dari mendengar Al-Qur'an
  6. firman Allah | "Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini >>
  7. dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka"." (QS 41:26)
  8. jadi orang kafir Quraisy musyrik memahami betul bahwa jika manusia mendengarkan sungguh-sungguh Al-Qur'an | maka mereka akan beriman
  9. sehingga mereka menghalangi manusia mendengar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh | memikirkan, merenungkan, mengambil pelajaran darinya
  10. maka perhatikanlah Al-Qur'an, pelajarilah, hafalkanlah dan renungkanlah | Allah pasti menurunkan rahmat (kasih) pada kita

Kisah Istri Sholehah

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA
Sifat-sifat istri solehah yang dijanjikan surga 
KISAH ISTRI SHOLEHAH
(BERHAK UNTUK DIBACA…!!)
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.
Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.
Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah. 

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. 
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :
Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.
Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"
Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.
Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…
Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.
Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…
 
Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…
Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)
          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013

Wahai Kaum Hawa


Wahai kaum hawa.. 

Apa yg anda rasakan jika seorang kaum adam memandang wajahmu dengan seksama..

Ia melihatmu dengan cermat untuk beberapa menit.. 
Ia melihati wajahmu yg cantik untuk dinikmati sesaat..

Pasti dirimu akan menunduk malu atau malah marah.. 

Atau anda akan balas matanya seperti dia melihatmu? 
Saya kira tidak bagi yang memilki malu..

Di DPmu (photo di gadget, pent) apa yg engkau pajang terkadang akan ada yang memperhatikannya.. 
Entah dia di BB atau FB atau WA, atau media lain.. 

Jika engkau malu.. 
Simpanlah ia ditempat yang aman... Media sosial bukanlah untuk ajang penampakan itu..

Doa hari ke 23 Ustad Felix Siauw


hari ke-23 | (QS 2:216) | "Penetapan Kewajiban Jihad Dan Kebaikan itu hanya dari Allah"
Embedded image permalink

  1. "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci" (QS 2:216)
  2. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu" (QS 2:216)
  3. "dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS 2:216)
  4. "ayat ini mengandung wajibnya jihad dari Allah bagi kaum Muslim | agar menghentikan kejahatan musuh di wilayah Muslim" (Ibnu Katsir)
  5. Ibnu Katsir lalu menukil hadits riwayat Muslim | Rasul bersabda "sesiapa wafat, sedang ia tak pernah ikut berperang (jihad) >>
  6. dan juga tak pernah berkeinginan di dalam hatinya berperang (jihad), maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyyah" (HR Muslim)
  7. begitulah jihad fii sabilllah dalam arti berperang di jalan Allah | akan menjadi kewajiban sampai akhir zaman | wajib bagi Muslim
  8. walau perang akibatkan luka, susah bahkan kematian yang dianggap buruk bagi orang yang melakukan | tetap saja ada hal baik didalamnya
  9. karena ada kaum yang tidak bisa memahami kecuali dengan perang | dan ini menyelamatkan wanita, anak-anak yang dilindungi dengan jihad
  10. QS 2:216 ini juga bermakna setiap ketetapan Allah pastilah baik | walau manusia membenci atau menyukainya | Allah yang layak diutamakan
  11. maka bila kita membenci sesuatu padahal Allah memerintahkannya | lakukanlah karena itu pasti baik jadinya
  12. sebaliknya bila kita menyukai sesuatu yang Allah benci | tinggalkanlah karena ia pasti buruk jadinya

Doa hari ke 22 Ustad Felix Siauw

  1. hari ke-22 | (QS 49:10) | "Persaudaraan Muslim" 
  2. "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu" (QS 49:10)
  3. "dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat" (QS 49:10)
  4. QS 49:10 ini adalah ayat yang memerintahkan persaudaraan | yaitu ukhuwah atas dasar aqidah Islam
  5.  juga memerintahkan kaum Muslim agar berdamai tatkala ada perselisihan ditengah mereka | atau mendamaikan saudaranya yang berselisih
  6. Allah juga memberi cara agar kaum Muslim terhindar dari pertikaian | yang dijelaskan dalam 2 ayat sesudah QS 49:10
  7. diantara yang memicu pertikaian itu | saling mengolok, saling mencela, panggil memanggil dengan gelar yang buruk (QS 49:11)
  8. juga yang memicu pertikaian itu | prasangka buruk, mencari-cari kesalahan saudara, dan menggunjing saudaranya (QS 49:12)
  9. padahal ukhuwah itu sangat penting dan tanpanya Muslim akan mudah dihancurkan | dan selama ada ukhuwah Muslim akan teguh kuat
  10. (QS 49:10) | muliakan saudaramu Muslim dan sayangi dia karena itulah perintah Allah 

Kisah Sahabat: Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu

Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid
Abdurrahman bin Auf bin Harits bin Zuhrah, seorang sahabat asal Quraisy dari suku Zuhri adalah di antara orang yang masuk Islam dari sejak permulaan Islam dan termasuk sepuluh orang yang dijanjikan (dikabarkan) masuk surga oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serta termasuk enam orang konsultan Nabi. Beliau mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam termasuk perang Badar. Beliau meninggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi` (Wafat 32 H). 

‘Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah. 

‘Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah melakukan pembinaan (pengkaderan) di rumah shahabat Arqam bin Abi al-Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu masuk Islam. 
Ketika hijrah ke Madinah, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, salah seorang yang kaya lagi pemurah di Madinah. ‘Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, ‘Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. 

Sejak itu, ‘Abdurahman bin ‘Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. 

Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. 
Beliau berkata:“Bersedekahlah kalian, karena saya akan mengirim pasukan ke medan perang.” 

Mendengar ucapan itu, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.“Wahai Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya infakkan di jalan Allah, dan sisanya saya tinggalkan untuk keluarga saya.” ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendo'akannya agar diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, ‘Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah: ”Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.” 

Maka, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya kepada Abdurrahman: “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab: “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. ‘Abdurrahman radhiyallahu 'anhu menjawab: “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah. 

Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. ‘Abdurrahman bin ‘Auf rodhiyallahu 'anhu kini telah menjadi orang terkaya di Madinah. 

Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga ‘Aisyah bertanya kepada seseorang: “Suara apakah itu?” 
Orang itu menjawab: “Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman.” 
‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
“Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada ‘Abdurrahman di dunia dan akhirat... Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa "Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.” 
Orang itu langsung menemui ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha. 
Bagai petir ia Mendengar hal itu, 
Ia bergegas menemui Aisyah radhiyallahu 'anhu:
“Wahai Ummul Mukminin, apakah ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?” 
“Ya,” jawab Aisyah radhiyallahu 'anha.
“Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.” 

Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga walau dengan merangkak, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat.. 
Dengan harapan Allah memberinya jalan yang mudah dalam memasuki surga Tak kurang dari 
40.000 dirham perak, 
40.000 dinar emas, 
500 ekor kuda perang, dan 
1.500 ekor unta 
ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, ‘Aisyah radhiyallahu 'anhu mendoakan: “Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga).” 
Wahai saudaraku Siapakah yg menjamin diri kita ini masuk surga ? Cinta dunia kita masih membelenggu tangan kita

Menjelang akhir hayatnya, ‘Abdurrahman radhiyallahu 'anhu pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata: “Mush’ab bin Umair radhiyallahu 'anhu syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah melapangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu. 

‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: “Anda telah mendapat rahmat (kasih sayang) Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.” 

Sumber: Biografi Ulama Ahli Sunnah terjemahan dari Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat Basya. dengan sedikit editing. 

Mari cerita tadi direnungkan

Ternyata betapa kecilnya amalan kita

Sumber:
http://www.salamdakwah.com/baca-artikel/kisah-sahabat--abdurrahman-bin-auf-radhiyallahu-anhu--.html#at_pco=smlwn-1.0&at_tot=1&at_ab=per-2&at_pos=0

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.


2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.
 
3. Tidak bermasam muka terhadap suami.
 
4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.
 
5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.
 
6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.
 
7. Berhias hanya untuk suami.
 
8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.
 
9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.
 
10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.
 
11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.
 
12. Segera minta ma'af jika melakukan kesalahan kpd suami.
 
13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.
 
14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.
 
15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!
 
16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.
 
17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.
 
18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.
 
19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.
 
20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.
 
21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.
 
22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.
 
23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka­n suami dgn para lelaki lain.
 
24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.
 
25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.
 
Senin, 02 September 2013 , 10:52:53
Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA
Sumber:
http://salamdakwah.com/baca-artikel/mau-jadi-istri-shalehah-dan-diridhoi-suami----.html