Doa hari ke 27 Ustad Felix Siauw

Doa hari ke 27 Ustad Felix Siauw 

Embedded image permalink

  1. Doa hari ke-27 | (QS 47:7) | "Tolonglah Agama Allah Niscaya Dia Menolongmu" 
  2. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS 47:7)
  3. banyak kaum munafik yang mengolok-olok "Allah perlu pertolongan" dengan ayat ini | mahasuci Allah, segala kekuatan bahkan milik-Nya
  4. manusialah yang lemah dan perlu pertolongan Allah | karenanya Allah memberikan jalan agar kita ditolong-Nya
  5. jalan agar ditolong oleh-Nya adalah mengabdi pada agama-Nya, mendakwahkan agama-Nya | dengan itu kita mengiba pertolongan-Nya
  6. sebagaimana doa kita pada surah Fatihah | "kepada-Mu kami beribadah, (lalu) kepada-Mu kami meminta pertolongan"
  7. beribadahlah secara sempurna kepada Allah maka Allah pasti menolong kita





























Doa hari ke 26 Ustad Felix Siauw

Doa hari ke 26 Ustad Felix Siauw
Embedded image permalink 
  1. Doa hari ke-26 | (QS 17:45) | "Dinding Untuk Hati Orang
  2. Dan bila kamu membaca Al-Quran niscaya Kami adakan antaramu dan yang tidak beriman pada akhirat, dinding yang tertutup" (QS 17:45)
  3. Imam Qatadah dan Ibnu Zaid berkata "itulah penutup diatas hati mereka" | maksudnya hati mereka tertutup dari hidayah Allah
  4. ayat ini juga bermakna literal yaitu ditutupnya pandangan musyrik atas kaum beriman | saat kaum musyrik ingin mencelakakan kaum  
  5. sebagaimana kisah dalam Tafsir Ibnu Katsir | tatkala Ummu Jumail (istri Abu Lahab) yang tak melihat Rasul padahal didepan matanya
  6. ayat ini memberikan peringatan pada kita semua agar membuka diri | dan tidak sombong diri terhadap ayat-ayat Allah
  7. bila seseorang menutup diri terhadap Al-Qur'an | maka Allah pun mengunci hatinya dari hidayah Al-Qur'an | naudzubillah
  8. ayat ini juga hiburan Allah pada ahli Al-Qur'an (yang selalu memperhatikan Al-Qur'an) | bahwa Allah selalu menjaga mereka dari bahaya

Penyakit Umat Islam Akhir Jaman

 
Mereka ditindas, diinjak-injak, dibantai dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeda agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Ummat Nabi Muhammad.

Oleh Angga Pragina (*

Dua ratus juta muslim yang ada di wilayah teritorial Indonesia, sudah jauh lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa Islam memiliki cadangan kekuatan yang sangat besar. Dilihat dari kuantitas, muslim Indonesia hampir dua puluh kali lipat dari muslim Filipina, delapan kali lebih banyak daripada Arab Saudi, dan hampir tiga kali lebih banyak daripada Mesir.
Ironisnya, kekuatan besar itu tidak serta merta membawa kita umat Islam Indonesia hidup dalam cita-cita kehidupan Rasulullah. Hampir lima belas abad lalu, beliau dicaci oleh bangsanya sendiri, diasingkan oleh keluarganya sendiri, bahkan diburu untuk dibunuh oleh kaumnya sendiri.

“Akan datang suatu zaman di mana tidak tersisa dari Islam, kecuali tinggal namanya saja, tidak tersisa dari Alquran kecuali tinggal tulisannya saja, masjid-masjid mereka megah dan semarak, tetapi jauh dari petunjuk Allah, ulama- ulama mereka menjadi manusia- manusia paling jahat yang hidup di bawah kolong langit, dari mulut mereka ke luar fitnah dan akan kembali kepada mereka.” (HR Baihaqi)
Beliau lakukan itu semua agar kita, umatnya bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, yang haq dan yang bathil, yang halal dan yang haram. Dan ketika berita itu telah sampai kepada kita secara sempurna melalui Al-Qur’an dan Sunnah, kebanyakan dari kita, umat Islam Indonesia malah mengabaikannya dengan mengambil hukum manusia dan meridloinya melebihi keridloan kita terhadap hukum Allah yang dibawa Rasulnya.
Kita bisa berdebat siang dan malam tentang bagaimana bentuk negara Islam yang sesungguhnya, kitapun bisa berkilah bahwa sebagian hukum Indonesia diambil dari hukum Islam. Tapi apakah kita mau mengingkari bahwa demokrasi saat ini adalah sistem barat?
Apakah kita mau mengelak bahwa hukum positif saat ini adalah hukum yang diambil dari hukum kolonial Belanda? Apakah kita juga mau mengingkari bahwa pajak barang-barang haram seperti khamr dan riba telah masuk ke APBN kita dan dijadikan sumber utama untuk menghidupi negara?
Bisa dipahami apabila negara seperti Amerika sangat yakin dengan sistem demokrasi dan semua turunannya sebagai satu-satunya jalan menuju kemakmuran, karena umat Islam disana hanya lima juta jiwa. Akan sangat mudah dimengerti apabila negara seperti Jerman tidak menjadikan Islam sebagai sistem bernegara karena muslim disana hanya tiga juta jiwa.
Tapi Indonesia, dengan dua ratus juta muslim yang menguasai hampir setiap jengkal tanah nusantara meninggalkan Islam sebagai sistem yang menjamin kelancaran seluruh aspek kehidupan dan menjamin kebahagiaan dunia akhirat… Sungguh, kata-kata tidak bisa menggambarkan keadaan ini.
Hanya sebuah hadits yang pernah diucapkan oleh Rasulullah lima belas abad yang lalu:

Sabda Rasulullah:

“Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan”.

Kemudian ada sahabat yang bertanya: “Apakah saat itu kita (kaum Muslimin) berjumlah sedikit?”.

Rasulullah Saw menjawab: “Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, namun kalian hanyalah bak buih di atas air bah. Dan Allah SWT akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian.”

Ada sahabat yang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah Saw, apakah Wahn itu?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

http://www.atjehcyber.net/2013/09/tahukah-anda-penyakit-umat-islam-di.html 

gambaran hari kiamat


Al-Qur'an Adalah Solusi



Doa hari ke 25 Ustad Felix Siauw

Doa hari ke 25 Ustad Felix Siauw











Embedded image permalink 
  1. Balasan Baik Di Hari Kiamat"  
  2. Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya" (QS 27:89)
  3. Sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu" (QS 27:89)
  4. Yang dimaksud dengan kebaikan pada ayat tersebut adalah ikhlas dalam beribadah" (Imam Qatadah)
  5. Kebaikan akan diganjar lebih baik, dalam QS 6:160 disampaikan diganjar 10x lipatnya | yang jelas Allah pasti membalas semua kebaikan 
  6. samasekali dulu tudak terpikirkan mau berbuat sesuatu untuk Indonesia | apalagi berbuat untuk ummat Muslim
  7. dibesarkan di tengah-tengah komunitas minoritas | melatih saya untuk konsisten dalam sikap egois peduli diri sendiri
  8. saat sekolah menengah saya sudah putus asa melihat Indonesia | beserta segala kompleksitas masalah didalamnya | 'bodo amat'
  9. yang penting diri sendiri selamat" "yang penting sendiri bisa makan" | itu sebelum saya meyakini Tuhan dan kehidupan akhirat
  10. semua berubah tatkala saya mengenal Allah, Muhammad, Islam | mengenal adanya hari kiamat dan kehidupan setelah dunia
  11. tersungkur menangis saya pertama kali sujud merendahkan kepala kepada Allah | menyadari bahwa setiap amal akan dibawa pertanggungan
  12. sekaligus 'greget' melihat unnat Muslim justru mencampakkan Islam | dan mengambil aturan selain Islam | padahal itu sebab kerusakan
  13. saya ibarat menemukan air yang jernih setelah lama meminum yang keruh | sementara Muslim meminum yang keruh padahal miliki yang jernih?
  14. aturan Allah, syariah Islam adalah solusi bagi | sayang tak banyak Muslim yang menyadari
  15. memahami bahwa satu saat saya akan berjumpa dengan Allah penguasa alam | dengan pertanggungan setiap amal besar kecilnya
  16. maka saya berazzam pada hari itu "hidup Felix Siauw adalah dakwah hanya karena Allah kepada ummat" | alhamdulillah Allah mengizinkan
  17. Islam mengatur solusi-solusi syariah dalam 3 aspek | Individu-Masyarakat-Negara | makin keatas makin kuat efeknya
  18. sayang negara kita belum menerapkan Islam | yang harus banyak kita doakan dan dakwahkan pada pemimpinnya
  19.  namun apa lantas ketiadaan negara menghalangi kita memberdayakan ummat? | mengais kebaikan dan menebar manfaat? | tentu tidak!
  20. tersisa bagi kita 2 aspek lagi | berjuang mendakwahkan Islam dengan individu atau secara berjama'ah | tentu berjama'ah lebih kuat
  21. karena itulah kami meramaikan program | sebagai kontribusi terhadap ummat Muslim Indonesia dan ummat lain umumnya
  22. banyak orang diluar sana hidup berkekurangan | hingga tak lagi peduli aqidah dan tak sempat belajar Islam | tak ada akses kebaikan
  23. sementara modal asing mengeruk kekayaan mereka, menguasai tanah mereka, dan mungkin akhirnya aqidah mereka | tentu kita tak bisa diam
  24. Indonesia mayoritasnya Islam, berdiri tegak diatas dasar Islam | masyaAllah harusnya Indonesia bisa lebih berdaya, tentu dengan Islam
  25. menyadarkan ummat tentang pentingnya syariah-khilafah tidak mudah | perlu aksi nyata, perlu kesabaran, perlu ketekunan
  26. dan semua bisa dimulai lebih besar dan lebih luas pengaruhnya dengan berjama'ah | didedikasikan untuk itu
  27. sederhana saja | dari ummat kembali ke ummat | bukan investasi, bukan popularitas, bukan pencitraan | karena Allah semata
  28. adalah gerakan wakaf (sedekah jariyah) | sedekah yang tak habis sekali pakai | yang alirkan pahala sampai mati
  29. kita beli aset strategis produktif lalu kita bekukan kepemilikannya pada ummat dengan wakaf | sederhana namun mengena  
  30. kontribusi kita mungkin kecil | namun jangan lihat kecilnya | lihat ini sebagai bagian upaya mengarsiteki perubahan ummat
  31. meminjam ucapan ustadz "menyiapkan diri hingga Allah memberikan kita kemenangan berupa kebangkitan Islam" :D
  32. barakallahu fiikum yang sudah meramaikan | semoga Allah jadikan sebagai peringan dosa dan pemberat amal salih

Doa hari ke 24 Ustad Felix Siauw

Ustad Felix Siauw
Embedded image permalink
  1. #1DOA hari ke-24 | (QS 7:204) | "Perintah Untuk Menyimak Al-Qur'an"
  2. "Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (QS 7:204)
  3. "Allah perintahkan diam saat Al-Qur'an dibaca | sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan kepadanya" (Ibnu Katsir)
  4. yang dilakukan kafir Quraisy jahil malah sebaliknya | yaitu mengajak orang untuk tidak mendengar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh
  5. Allah menyampaikan perilaku kafir Quraisy dan orang musyrik itu dalam QS 41:26 | yaitu menghalangi manusia dari mendengar Al-Qur'an
  6. firman Allah | "Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini >>
  7. dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka"." (QS 41:26)
  8. jadi orang kafir Quraisy musyrik memahami betul bahwa jika manusia mendengarkan sungguh-sungguh Al-Qur'an | maka mereka akan beriman
  9. sehingga mereka menghalangi manusia mendengar Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh | memikirkan, merenungkan, mengambil pelajaran darinya
  10. maka perhatikanlah Al-Qur'an, pelajarilah, hafalkanlah dan renungkanlah | Allah pasti menurunkan rahmat (kasih) pada kita