Semua orang pasti membutuhkan motivasi, entah itu para karyawan,
pelajar, pengusaha, dan beragam profesi lainnya. Akan tetapi motivasi
itu tak selamanya bisa ada di dalam diri, terkadang rasa galau, jenuh, dan bosan. Bukan tidak mungkin karena menurun atau bahkan hilangnya motivasi, maka produktivitas kita bisa menurun.
So, bahasan kita pada artikel ini adalah bagaimana cara membangkitkan motivasi. Kita akan bicarakan semuanya secara jelas, mudah dimengerti dan motivasi Anda akan bangkit kembali :).
Ketika kita merasa jenuh, maka kita seperti kehilangan motivasi tapi
tidaklah seburuk itu. Misalnya kita jenuh dengan pekerjaan yang rutin
kita lakukan sebagai karyawan dari Senin sampai Jum’at dan mungkin kita
bosan dengan gaji yang segitu-segitu saja, apakah itu kehilangan motivasi? Tidak..
Jika dalam kasus seperti itu, kita itu bukan kehilangan motivasi.
Tapi itu adalahtanda harus ada perubahan. Kita harus berubah menjadi
lebih baik, lebih berani, dan lebih memantaskan diri untuk dibayar
mahal. So, mungkin ada dua jalan keluar yang bisa membuat kita
meninggalkan rasa jenuh tersebut, pertamaresign(mengundurkan diri) dan
menjadi wirausaha ataupun bertahan di pekerjaan tersebut untuk melampaui
kualitas terbaik yang bisa kita capai.
Jadi, segala sesuatu itu bisa menjadi tanda untuk Anda termasuk dalam hal kehilangan atau kekurangan motivasi.
Ini dia beberapa tips untuk membangkitkan motivasi Anda :).
Punya Target
Iya punya target.. inget saat kita sering mengucapkan kata-kata seandainya ?.. seandainya aku lebih kaya, seandainya aku lebih berani, seandainya aku dapat pekerjaan seperti dia.. Jadikanlah kata-kata seandainya itu sebagai target atau titik poin yang harus Anda capai. Misalnya Anda mengatakan, seandainya aku itu bisa seperti dia jadi pembicara publikpasti enak deh..
Nah dari sana bangulah cita-cita dan target Anda. Ingat lho target
itu bertanggal. Tentukan kapan target itu harus dicapai, jelaskan
tanggal detailnya. Tak perlu sibuk memikirikan bisa atau tidak kita mencapai target kita, tapi berfokuslah pada yang bisa kita kerjakan untuk mencapai target tersebut.
So, miliki target Anda dan kejar target itu mudah-mudahan motivasi Anda bangkit kembali.
Berpikir dan Bertindak Positif
Ya, suatu motivasi dan semangat itu baru bisa kita dapatkan bila kita
punya suatu aura positif. Bagaimana cara mendapatkan aura positif?
Caranya adalah dengan berpikir dan bertindak positif. Lalu gimana cara
bisa berpikir dan bertindak positif?
Supaya bisa mendapatkan tenaga untuk berpikir dan bertindak positif maka kita butuh melakukan hal-hal berikut :
Awali pagi dengan sesuatu yang positif,
entah itu berdoa, membaca buku motivasi, menonton video motivasi,
menikmati pagi bersama istri/suami dan anak-anak tercinta, dan banyak
lagi. Jika kita memulai dengan sesuatu yang positif mudah-mudahan kita
juga bisa melewati pertengahan hingga akhir dengan sesuatu yang positif.
Miliki motivasi dari dalam diri.
Terlihat jelas perbedaan antara orang yang punya motivasi internal dan
yang tidak punya motivasi internal (dari dalam diri). Orang yang punya
motivasi dari dalam diri, tidak akan kehilangan motivasi ketika satu
harapan mereka hilang. Kalau orang eksternal motivasinya kan
karena ada sesuatu hal reward yang mau dikejar, seperti uang, bonus,
pangkat dan sebagainya. Akan tetapi ketika reward tersebut hilang maka
motivasi bisa jadi drop. Untuk itu bangun dan perkuat motivasi dari
dalam diri Anda.
Syukuri kehidupan ini. Orang
yang bersyukur itu hidupnya indah sekali, mereka akan bekerja
sebaik-baiknya, mereka sibuk sekali melayani sesama dan mereka begitu
mencintai hidup mereka. Alhasil mereka tidak sempat mengeluh dan
bersedih-sedih karena beratnya masalah yang ada di hadapan mereka.
Selain itu dengan bersyukur maka kita akan lebih mudah ingat ke pada
Yang Maha Kuat.
Paksa dan usahakan diri Anda membahagiakan orang lain setiap harinya.
Misalnya dengan cara tersenyum, memuji, mendoakan dan melayani mereka.
Entah itu pasangan, anak-anak, klien, rekan kerja dan sebagainya. Dengan
memuji, tersenyum, dan membahagiakan orang lain maka kita akan bahagia
dan tindakan serta pikiran positif akan tercipta.
Ciptakan dan bergaulah dengan rekan-rekan yang super, ya bekerjalah di tim yang penuh semangat, punya passion,
bergairah dan mau bekerja keras. Kalau bisa hindari pergaulan dengan
orang yang pengeluh, dan menganggap semua kesulitan sebagai nasib.
Hindari kata-kata yang merendahkan diri sendiri. Contoh kata-katanya misalnya tidak dapat, tidak bisa, tidak mampu, malas, bodoh, tidak berpengalaman
dan berbagai kata-kata senada seperti itu. Ingat, orang yang sukses
adalah orang yang menghormati diri nya sendiri dan orang lain tentunya.
Rekan pembaca yang rezekinya baik, itu lah beberapa tip dari saya
untuk membangkitkan motivasi kita bersama. Sekali lagi ini masalah
keputusan, kalau Anda mau maka pasti bisa. Kalau Anda mau punya
motivasi, maka putuskan untuk bisa punya motivasi. Mudah-mudahan sharing ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Tetaplah menjadi pribadi yang super.
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah
kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah
sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal
ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
"yang membuat sesuatu yang Dia
ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah".
(QS. As Sajdah (32) : 7)
Dan Allah juga berfirman dalam Qur’an Surat
Al-Hijr :26
"Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk".
(QS. Al Hijr (15) : 26)
2. Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh
Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya
dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan
kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya :
"Maha
Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa
yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui" (QS. Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian
manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
"Hai
sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..."
(QS. An Nisaa’ (4) : 1)
Apabila kita amati proses
kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki
dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang
rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan
perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
3.2Asal- usul Kejadian Manusia menurut Al-Quran
Proses
Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa) adalah asal usul mausia,
yaitu kita diciptakan tidak langsung seperti nabi Adam As. Dan Siti Hawa, namun
ada beberapa proses yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an. Kejadian manusia ketiga
adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam
proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula
ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara
biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan
saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian
air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an
dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi
untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang
dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah"
sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan
yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui
proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon
(sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah
pemba’uran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim.
Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti
dijelaskan dalam ayat diatas).
Ibnu Mandzur rahimahullah berkata : " 'Alaqoh adalah binatang kecil yang ada di
air yang menghisap darah, jamaknya 'Alaq" dan berkata juga :"
Binatang merah kecil, ada di air, terkadang menempel di badan dan menghisap
darah"[1]
Fairuz Abadi rahimahullah berkata
:" 'Alaqoh adalah binatang
kecil yang berada di air yang menghisap darah".[2]Perkataan para Ahli tafsir terdahulu semuanya sama dan
tidak keluar dari penafsiran ahli bahasa. Adapun sebagian Ahli tafsir zaman
sekarang telah mengisyaratkan apa yang sesuai dengan penemuan – penemuan di
zaman sekarang.
Ibnu 'Asyuur , ahli tafsir masa kini berkata : "Termasuk dari
Mukjizat Alqur'an tentang keilmuan adalah penamaan janin fase ini dengan nama
'Alaqoh. Itu adalah penamaan yang sangat bagus dan serasi, karena telah
diteliti bahwa bagian kecil yang terbentuk dari Nuthfah (yaitu 'Alaqoh ) dia
punya daya hisap yang kuat yang menghisap darah dari ibu, karena dia menempel
di urat-urat yang ada di rahim ibu, dimana darah disuplai kepadanya. Dan
'Alaqoh adalah segumpal darah yang membeku[3].
Para ahli dari barat baru
menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru
dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan
15 abad lalu hal ini sudah tercantum.
Ini sangat mengagumkan bagi salah
seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore,
beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al
Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga
mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist
(ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali
dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani
sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang
perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote
belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh sebelumnya Al Qur’an telah
menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits
menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.
Sebagai bukti yang konkrit di
dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam
kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu,
dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam
perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang
menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa
yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
6. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian
Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor
yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu
kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. yang (berbuat) demikian itu adalah
Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia;
Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan". (QS. Az Zumar (39) : 6).
Orang yang terpercaya : الْمَصْدُوْقُBenar-benar dihimpun / diproses : لَيُجْمَعُPerut : بَطْنِ40 hari : أَرْبَعِيْنَ يَوْماًDikirim ; diutus : يُرْسَلُ
Untuk meniupkan /
memasangkan : فَيَنْفُخُ4 ketentuan : بِأَرْبَعِ كَلِماَتٍOrang yang celaka : شَقِيٌّOrang yang beruntung : سَعِيْدٌ
b. Terjemahan Hadis
“ Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata
: Telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW – Beliau adalah orang yang
jujur dan terpercaya - ; “ Sesungguhnya seorang diantara kamu ( setiap kamu )
benar-benar diproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud air
mani; kemudian berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal darah; lantas berproses
lagi selama 40 hari menjadi segumpal daging; kemudian malaikat dikirim
kepadanya untuk meniupkan roh kedalamnya; lantas ( sang janin ) itu ditetapkan
dalam 4 ketentuan : 1. Ditentukan ( kadar ) rizkinya, 2. Ditentukan batas
umurnya, 3. Ditentukan amal perbuatannya, 4. Ditentukan apakah ia tergolomg
orang celaka ataukah orang yang beruntung “.Hadis ini
masih ada kelanjutannya ( HR Ahmad ).
c. Penjelasan Hadis :
Hadis
tersebut Dimuka menjelaskan proses kejadian manusia dalam rahim ibunya, yaitu
40 hari pertama berwujud “ Nutfah “ ( air mani laki-laki bersenyawa
dengan sel telur perempuan ), 40 hari kedua berproses menjadi “ Alaqah “
( segumpal darah ), 40 hari ketiga berproses menjadi “ Mudlghoh “ (
segumpal daging ).
Hadis
tersebut di muka lebih lanjut menjelaskan bahwa saat berwujud nudlghah itulah
Allah SWT mengirim malaikat untuk memasangkan roh kepadanya bersamaan dengan
ditetapkannya 4 ketentuan sebagaimana telah disebutkan dalam hadis.
Pak Mario Teguh pernah bilang, “Perhatikan mengapa Anda berdo’a. Tuhan melihat doa Anda, bukan mengapa Anda berdoa.
Jika Anda berdoa karena sedih, ditambahlah kesedihan kepada Anda agar
Anda terus berdoa. Jika Anda berdoa karena syukur, akan di tambah
kesyukuran kepada Anda agar anda terus berdoa”.
Bagaimana? Ajaib kan bersykur itu?
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana sih cara supaya kita menjadi lebih mudah bersyukur? Ada gak tipsnya?
Ada… apa sih yang gak ada buat kamu .
Berikut ini 4 tips luar biasa yang siap menjadikan kita jadi pribadi yang lebih mudah bersyukur.
1. Buat Daftar Hal-Hal yang Bisa Kita Syukuri
Ya ini tips (cara) pertama, buatlah daftar hal-hal yang bisa kita
syukuri. Saya yakin daftar itu pasti panjang sekali. Coba yuk kita bikin
daftarnya. Lihat sekeliling kita, perhatikan diri kita, bayangkan
bagaimana kalau kita hidup tanpa hal-hal luar biasa itu?
Coba deh bayangkan dan tuliskan hal-hal yang bisa Anda syukuri,
seperti oksigen yang sedang kita hirup, darah kita yang mengalir dalam
tubuh, mata untuk melihat, telinga yang bisa mendengar, mulut yang bisa
berbicara, tangan dan anggota tubuh yang lengkap, musik yang bisa kita
dengar, buku dan ilmu yang bisa kita pelajari, panas dan cahaya matahari
yang luar biasa itu, air putih yang kita minum, kasih sayang orang tua,
pasangan, pacar atau sahabat, dan banyak sekali hal lain yang bisa kita
syukuri.
Ambil contoh kecil saja, dapatkah Anda bayangkan kalau untuk
menghirup oksigen itu kita harus membayar? Berapa miliar uang dalam
setahun yang harus kita habiskan kalau untuk oksigen saja kita harus
bayar. Itu baru oksigen, belum nikmat lainnya? So, yuk syukuri hidup
ini.
2. Biasakan Mengucapkan Terima Kasih
Sudah baca artikel keajaiban terima kasih?
Kalau belum coba deh Anda baca. Sebab di artikel itu Anda akan
menemukan betapa nikmatnya hidup ini ketika kita berterima kasih.
Membiasakan diri untuk berterima kasih adalah sebuah kebiasaan yang
sangat baik, sebab dengan berterima kasih maka kita akan jadi lebih
mudah mensyukuri hidup ini.
Biasakan ucapkan terima kasih, ketika bangun tidur ucapkan terima
kasih kepada Tuhan, ketika ditolong teman ucapkan terima kasih, ketika
dibantu oleh guru ucapkan terima kasih, dan banyak-banyaklah berterima
kasih. Terima kasih itu ajaib lho, dan pentingnya terima kasih akan
menjadikan kita bersyukur.
3. Bayangkan dan Renungkan Hal-Hal Baik yang Menimpa Anda
Setiap dari kita pasti punya kejadian atau hal-hal baik yang bisa disyukuri, contohnya seperti nemu uang
100 ribu di jalan, nyaris diserempet motor tapi tidak kena, ditraktir
makan oleh teman, bisa liburan secara seru dengan anggota keluarga, dan
banyak lagi.
Dengan membayangkan kejadian-kejadian itu, kita akan menyadari betapa
beruntungnya hidup kita. Nah dari sana kita akan jadi lebih mudah
bersyukur. Untuk itu, mari kita coba ya?
4. Lihatlah Saudara-Saudara yang Tidak Seberuntung Kita
Di sekitar kita pasti ada saudara-saudara yang tidak seberuntung
kita, contohnya sahabat-sahabat kita anak yatim piatu, pekerja kasar
yang harus kerja siang malam, tukang becak yang harus banting tulang
siang malam, tukang ojek dan lain sebagainya. Bayangkan betapa
beruntungnya kita karena kita telah mendapatkan fasilitas dan rezeki
yang cukup.
Sering merenungkan dan mendoakan saudara-saudara kita yang kurang
beruntung juga akan menjadikan kita lebih mudah bersyukur dan mejadi
jiwa yang damai. Oleh karena itu kebiasaan baik itu perlu kita tanamkan
dalam keseharian kita.
Baiklah sahabat-sahabat saya yang baik hatinya, itu dia 4 tips dari saya agar kita lebih mudah bersyukur. Mudah-mudahan dengan tips di atas kita menjadi lebih mudah bersyukur di kehidupan ini.
Tetaplah menjadi pribadi yang super.
Ummat: “Ustadz Ganteng, mohon maaf, berapa ya kami perlu ganti
untuk transportasi?”Ustadz Ganteng: “Untuk administrasi aja ya, sediakan
aja 30 juta, 10 juta dibayar di depan ke account saya. Oya, kalo nggak
jadi DP nya angus ya..”
Percaya atau nggak percaya, fakta semacam ini ada. Begitulah suatu
hari, ketua DKM salah satu masjid bilang ke saya. Saya jadi mikir
“pantes aja mobil si Ustadz Ganteng Fortuner dll” hehe..
Saya pribadi juga seringkali ditanya, “Ustadz, maaf nih,
administrasinya berapa yang harus kita siapkan?”Jawab saya “Saya nggak
pernah minta bayaran untuk dakwah, berapapun yang panitia kasih akan
saya terima, kalo nggak ada pun nggak papa, asal transportasi dan
akomodasi ditanggung panitia”
Parahnya masa kini, banyak orang yang udah nggak malu menjadikan
Ustadz dan Da’i sebagai profesi. Pekerjaan profesional. Karena itu
layaknya seorang pembicara publik, mereka mematok tarif sekali
pengajian. Kalo udah masuk TV apalagi, matoknya diatas 10 juta. Subhanallah.
Padahal dakwah bukan profesi, dia adalah kewajiban sebagaimana shalat
5 waktu dan puasa. Yang tanpa dibayar pun harusnya dia tetap berdakwah.
Karena itu kewajiban dia.
Bagaimana pendapat Anda bila ada orang mengatakan “Hmm.. boleh saja,
saya mau shalat, dan Anda boleh lihat saya shalat, asal bayar dulu 10
juta”. Aneh, yang perlu siapa yang ribet siapa?
Pantas saja, ketika dakwah sudah jadi profesi, maka Da’i akan
menyesuaikan materi dakwahnya sesuai permintaan pasar. Dia akan
menyampaikan yang diinginkan orang bukan yang dibutuhkan oleh orang. Dia
akan membiarkan kemaksiatan di depan matanya karena dia telah dibayar
untuk itu.
Sikap kritis pun hilang dari situ. Karena dia sudah dibayar. Entah
dipasangkan pengajiannya dengan artis doyan mabok atau penyanyi dangdut,
sang Ustadz tidak merasa risih. Karena dia sudah dibayar!
Bagaimana mau protes, kalo protes bisa-bisa nggak dipanggil lagi!Pembodohan pun terjadi. Karena dakwah telah dianggap profesi.
Saya tidak pernah bilang menerima uang dari menyampaikan Islam adalah sesuatu yang haram
sah-sah saja, bukankah Rasul juga mengatakan bahwa “Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil adalah upah mengajarkan kitabullah”(HR. Bukhari)Namun, ada perbedaan besar antara upah mengajarkan kitabullah dengan memelintir kitabullah untuk mendapatkan harta dari situ.
Nyata-nyatanya, tidak ada satupun Ustadz Ganteng yang membacakan
ayat-ayat nahi munkar, ataupun memperingatkan tentang bahaya-bahaya yang
betul-betul mengancam ummat semisal syirik modern (demokrasi),
ashabiyah modern (nasionalisme), atau liberalisme yang mengajak Muslim
meninggalkan Al-Qur’an.
Uang memang mengerikan. Ia bisa merubah niat seseorang yang awalnya lurus menjadi bengkok. Yang tadinya tegas menjadi samar.
Bersyukurlah pada Allah bila anda adalah Da’i yang tidak mengharapkan dan tergantung bayaran dari ummat.
Karena Anda akan selalu objektif dalam memandang masalah, bukan
memberikan yang diinginkan namun mengobati ummat dengan memberikan yang
mereka perlukan.
Saya betul-betul bersyukur, ketika baru masuk Islam, Ustadz saya
Fatih Karim menyampaikan kira-kira begini:”Lix, kalo dikasi orang uang,
antum boleh terima, tapi untuk melatih keikhlasan, lebih baik gunakan
lagi di jalan dakwah”
Subhanallah, mudah-mudahan masyarakat akan segera bisa melihat, Da’i
mana yang sebenarnya betul-betul sayang pada mereka, peduli dan
mengasihi mereka. Da’i yang tertumpah air matanya di malam hari karena
memikirkan ummat yang tak kunjung cenderung pada Islam. Da’i yang justru
mengeluarkan uang mereka agar ummat mau berpaling pada Islam.
Da’i yang
menumpang angkot dan berjalan kaki demi ummat. Da’i yang siap memasang
badan satu-satunya demi kehormatan Islam.
Sayangnya, Da’i semacam ini mungkin takkan kondang, mungkin takkan
muncul di sinetron atau di TV karena mereka menolak untuk menyesuaikan
materi karena uang..
Bagi Da’i semacam ini uang tak bernilai buat mereka walaupun uang sangat mereka perlukan
karena demi Islam, tak ada yang bisa menawar
Salamku,
Felix Siauw
pada semua Da’i yang hanya Allah Swt yang tahu mereka
Ya Allah, berikanlah mereka kemudahan, berikan mereka kekuatan
Natal jelas bukan perayaan kaum
Muslim, dan kaum Muslim harusnya tidak berkepentingan dengan itu. Namun
jelas ada hubungannya dengan kaum Muslim mengingat sebagian besar
daripada kita juga berhubungan dengan sesama kita yang merayakannya.
Karena itu menjadi penting kiranya kita membahas bagaimana pandangan
Islam tentang Natal dan seputarnya serta toleransi kita di dalamnya.
Sebagaimana yang kita ketahui, 25
Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Sang Mesias (Isa Al-Masih).
Walaupun gereja Katolik menganggapnya begitu.
Encyclopedia Britannica (1946),
menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus
atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab)
juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari
kepercayaan kafir penyembah berhala.”
Secara sains, dibuktikan tanggal 25
Desember adalah pertama kalinya matahari bergerak ke arah utara dan
memberikan kehangatan setelah matahari berada di titik terendah di
selatan pada 22-24 Desember (winter solstice) yang menyebabkan bumi berada di titik terdingin.
Karena itulah orang Yunani pada masa awal merayakan lahirnya Dewa Mithra pada 25 Desember, dan orang Latin merayakan hari yang sama sebagai kelahiran kembali Sol Invictus (Dewa Matahari pula)
Singkatnya, Bila kelahiran Yesus disangka 25 Desember, maka itu adalah kesalahan yang nyata
Namun, bukan itu masalahnya. Masalahnya
adalah bahwa umat Kristen telah menjadikan tanggal 25 bukan hanya
sebagai peringatan, tapi perayaan kelahiran ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka.
Sehingga permasalahannya berubah menjadi permasalahan aqidah.
Karena itulah dalam Islam, kita pun
dilarang ikut-ikutan merayakan Natal, karena itu adalah perayaan aqidah.
Termasuk ikut memberikan ‘selamat natal’ atau sekadar ucapan ‘selamat’
saja. Karena sama saja kita mengakui bahwa Natal adalah hari lahir
‘Tuhan Yesus’ bagi mereka
Sesungguhnya kafirlah orang-orang
yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”,
padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika
mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti
orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih(TQS al-Maaidah [5] : 73)
Seringkali kita beralasan, “Tapi
kan nggak enak, dia bos saya / teman saya / dll, masak saya nggak
ngucapin, kalo dalam hati mengingkari kan gak papa, yang penting
niatnya! Toleransi dong!”
Perlu kita sampaikan, niat apapun yang
kita punya, apabila kita melakukan hal itu, maka sama saja hukumnya. Dan
toleransi bukanlah mengikuti perayaan aqidah umat lain. Oleh karena itu
harusnya kita lebih takut kepada Allah dibanding kepada manusia.
Karena itu janganlah kamu takut
kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar
ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak
memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah
orang-orang yang kafir (TQS al-Maaidah [5] : 44)
Lalu bagaimana toleransi Islam terhadap
agama lain? Toleransi kita hanya membiarkan mereka melakukan apa yang
mereka yakini tanpa kita ganggu. Itulah toleransi kita.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku(TQS al-Kaafiruun [109] : 6)
Toleransi bukannya ikut-ikutan dengan
kebablasan dan justru terjebak dalam kekufuran. Sebagai Muslim harusnya
kita menyampaikan bahwa perayaan semacam ini adalah salah. Dan kalaupun
toleransi, bukan berarti mengorbankan aqidah kita, mari kita ingat pesan
Rasulullah
”Sungguh kamu akan mengikuti (dan
meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang
serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk
liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat
bertanya: “Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau
menjawab: ”Siapa lagi (kalau bukan mereka)?”(HR Bukhari dan Muslim)
Walhasil sekali lagi kita mengingatkan
bahwa haram hukumnya di dalam Islam mengikuti perayaan Natal, juga
termasuk mengucapkan ‘Selamat Natal/Selamat’ ataupun yang semisalnya.
Mudah-mudahan Allah menunjuki kita dan mereka