Wahai Kaum Hawa


Wahai kaum hawa.. 

Apa yg anda rasakan jika seorang kaum adam memandang wajahmu dengan seksama..

Ia melihatmu dengan cermat untuk beberapa menit.. 
Ia melihati wajahmu yg cantik untuk dinikmati sesaat..

Pasti dirimu akan menunduk malu atau malah marah.. 

Atau anda akan balas matanya seperti dia melihatmu? 
Saya kira tidak bagi yang memilki malu..

Di DPmu (photo di gadget, pent) apa yg engkau pajang terkadang akan ada yang memperhatikannya.. 
Entah dia di BB atau FB atau WA, atau media lain.. 

Jika engkau malu.. 
Simpanlah ia ditempat yang aman... Media sosial bukanlah untuk ajang penampakan itu..

Doa hari ke 23 Ustad Felix Siauw


hari ke-23 | (QS 2:216) | "Penetapan Kewajiban Jihad Dan Kebaikan itu hanya dari Allah"
Embedded image permalink

  1. "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci" (QS 2:216)
  2. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu" (QS 2:216)
  3. "dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (QS 2:216)
  4. "ayat ini mengandung wajibnya jihad dari Allah bagi kaum Muslim | agar menghentikan kejahatan musuh di wilayah Muslim" (Ibnu Katsir)
  5. Ibnu Katsir lalu menukil hadits riwayat Muslim | Rasul bersabda "sesiapa wafat, sedang ia tak pernah ikut berperang (jihad) >>
  6. dan juga tak pernah berkeinginan di dalam hatinya berperang (jihad), maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyyah" (HR Muslim)
  7. begitulah jihad fii sabilllah dalam arti berperang di jalan Allah | akan menjadi kewajiban sampai akhir zaman | wajib bagi Muslim
  8. walau perang akibatkan luka, susah bahkan kematian yang dianggap buruk bagi orang yang melakukan | tetap saja ada hal baik didalamnya
  9. karena ada kaum yang tidak bisa memahami kecuali dengan perang | dan ini menyelamatkan wanita, anak-anak yang dilindungi dengan jihad
  10. QS 2:216 ini juga bermakna setiap ketetapan Allah pastilah baik | walau manusia membenci atau menyukainya | Allah yang layak diutamakan
  11. maka bila kita membenci sesuatu padahal Allah memerintahkannya | lakukanlah karena itu pasti baik jadinya
  12. sebaliknya bila kita menyukai sesuatu yang Allah benci | tinggalkanlah karena ia pasti buruk jadinya

Doa hari ke 22 Ustad Felix Siauw

  1. hari ke-22 | (QS 49:10) | "Persaudaraan Muslim" 
  2. "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu" (QS 49:10)
  3. "dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat" (QS 49:10)
  4. QS 49:10 ini adalah ayat yang memerintahkan persaudaraan | yaitu ukhuwah atas dasar aqidah Islam
  5.  juga memerintahkan kaum Muslim agar berdamai tatkala ada perselisihan ditengah mereka | atau mendamaikan saudaranya yang berselisih
  6. Allah juga memberi cara agar kaum Muslim terhindar dari pertikaian | yang dijelaskan dalam 2 ayat sesudah QS 49:10
  7. diantara yang memicu pertikaian itu | saling mengolok, saling mencela, panggil memanggil dengan gelar yang buruk (QS 49:11)
  8. juga yang memicu pertikaian itu | prasangka buruk, mencari-cari kesalahan saudara, dan menggunjing saudaranya (QS 49:12)
  9. padahal ukhuwah itu sangat penting dan tanpanya Muslim akan mudah dihancurkan | dan selama ada ukhuwah Muslim akan teguh kuat
  10. (QS 49:10) | muliakan saudaramu Muslim dan sayangi dia karena itulah perintah Allah 

Kisah Sahabat: Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu

Oleh : Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid
Abdurrahman bin Auf bin Harits bin Zuhrah, seorang sahabat asal Quraisy dari suku Zuhri adalah di antara orang yang masuk Islam dari sejak permulaan Islam dan termasuk sepuluh orang yang dijanjikan (dikabarkan) masuk surga oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serta termasuk enam orang konsultan Nabi. Beliau mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam termasuk perang Badar. Beliau meninggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi` (Wafat 32 H). 

‘Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah. 

‘Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah melakukan pembinaan (pengkaderan) di rumah shahabat Arqam bin Abi al-Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar radhiyallahu 'anhu masuk Islam. 
Ketika hijrah ke Madinah, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, salah seorang yang kaya lagi pemurah di Madinah. ‘Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, ‘Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. 

Sejak itu, ‘Abdurahman bin ‘Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. 

Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpidato membangkitkan semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. 
Beliau berkata:“Bersedekahlah kalian, karena saya akan mengirim pasukan ke medan perang.” 

Mendengar ucapan itu, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.“Wahai Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya infakkan di jalan Allah, dan sisanya saya tinggalkan untuk keluarga saya.” ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendo'akannya agar diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, ‘Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah: ”Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.” 

Maka, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya kepada Abdurrahman: “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab: “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. ‘Abdurrahman radhiyallahu 'anhu menjawab: “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah. 

Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. ‘Abdurrahman bin ‘Auf rodhiyallahu 'anhu kini telah menjadi orang terkaya di Madinah. 

Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga ‘Aisyah bertanya kepada seseorang: “Suara apakah itu?” 
Orang itu menjawab: “Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman.” 
‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
“Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada ‘Abdurrahman di dunia dan akhirat... Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa "Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.” 
Orang itu langsung menemui ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha. 
Bagai petir ia Mendengar hal itu, 
Ia bergegas menemui Aisyah radhiyallahu 'anhu:
“Wahai Ummul Mukminin, apakah ibunda mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?” 
“Ya,” jawab Aisyah radhiyallahu 'anha.
“Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah.” 

Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga walau dengan merangkak, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat.. 
Dengan harapan Allah memberinya jalan yang mudah dalam memasuki surga Tak kurang dari 
40.000 dirham perak, 
40.000 dinar emas, 
500 ekor kuda perang, dan 
1.500 ekor unta 
ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, ‘Aisyah radhiyallahu 'anhu mendoakan: “Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga).” 
Wahai saudaraku Siapakah yg menjamin diri kita ini masuk surga ? Cinta dunia kita masih membelenggu tangan kita

Menjelang akhir hayatnya, ‘Abdurrahman radhiyallahu 'anhu pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata: “Mush’ab bin Umair radhiyallahu 'anhu syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah melapangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu. 

‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: “Anda telah mendapat rahmat (kasih sayang) Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.” 

Sumber: Biografi Ulama Ahli Sunnah terjemahan dari Shuwar min Hayaatis Shahabah, karya Doktor ‘Abdurrahman Ra’fat Basya. dengan sedikit editing. 

Mari cerita tadi direnungkan

Ternyata betapa kecilnya amalan kita

Sumber:
http://www.salamdakwah.com/baca-artikel/kisah-sahabat--abdurrahman-bin-auf-radhiyallahu-anhu--.html#at_pco=smlwn-1.0&at_tot=1&at_ab=per-2&at_pos=0

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.


2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.
 
3. Tidak bermasam muka terhadap suami.
 
4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.
 
5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.
 
6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.
 
7. Berhias hanya untuk suami.
 
8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.
 
9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.
 
10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.
 
11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.
 
12. Segera minta ma'af jika melakukan kesalahan kpd suami.
 
13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.
 
14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.
 
15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!
 
16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.
 
17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.
 
18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.
 
19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.
 
20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.
 
21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.
 
22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.
 
23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka­n suami dgn para lelaki lain.
 
24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.
 
25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.
 
Senin, 02 September 2013 , 10:52:53
Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA
Sumber:
http://salamdakwah.com/baca-artikel/mau-jadi-istri-shalehah-dan-diridhoi-suami----.html

Kisah Nyata di Amerika, Bukti Keutamaan Ayat Kursi


Ini kisah nyata dari Amerika (US) sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal Asia yang mengenakan jilbab.

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman . Suasana jalan setapak sepi . Ia melewati jalan pintas.

Di ujung jalan pintas itu, dia melihat ada sosok pria Kaukasian. Ia menyangka pria itu seorang warga Amerika . Tapi perasaan wanita ini agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya.

Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah. Kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca Ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt. Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa. Sekilas ia melirik ke arah pria itu. Orang itu asik dengan rokoknya, dan seolah tidak mempedulikannya.

Keesokan harinya , wanita itu melihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam. Dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu. Karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan pintas tersebut.

Hati muslimah ini pun tergerak karena wanita tadi melintas jalan pintas itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana. Dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai polisi.

Muslimah ini pun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut, karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.

Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini pun bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku. Iia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok .

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yang diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannyaa. Tergerak oleh rasa ingin tahu, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi.

Muslimah : “Apa Anda melihat saya? Saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kauperkosa itu? Mengapa Anda hanya menggangunya tapi tidak mengganggu saya? Mengapa Anda tidak berbuat apa-apa padahal waktu itu saya sendirian?”

Penjahat : “Tentu saja saya melihatmu malam tadi. Anda berada di sana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu. Saya tidak berani mengganggu Anda. Aku melihat ada dua orang besar di belakang Anda pada waktu itu. Satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda.”

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Hatinya penuh syukur dan terus mengucap syukur. Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu, ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh polisi.

***

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain.

Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar berkata, ”Yang paling baik digunakan untuk melawan jin yang masuk ke dalam tubuh manusia adalah dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan bacaan Al Qur`an. Dan yang paling besar dari itu ialah bacaan ayat kursi, karena sesungguhnya orang yang membacanya akan selalu dijaga oleh penjaga dari Allah, dan ia tidak akan didekati oleh setan sampai Subuh, sebagaimana telah shahih hadits tentang itu”. 

[Alamul Jin Wasy Syayathin, hlm. 180, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, Penerbit Darun Nafais].

ISLAMPOS | MUSLIMAHZONE
Sumber:
http://www.atjehcyber.net/2012/07/kisah-nyata-di-amerika-bukti-keutamaan.html
 

Wanita

Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita.(HAWA) Sayidina Ali R.A menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis mankala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam aku di isra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya." Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

Rasulullah saw menjawab "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (maaf) anj**g, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, "Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung (maaf) p*y*d*r* adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjingialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:

1. Biarkan info ini tetap dalam page/grup ini.
2. Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya Allah ridha
Allah akan anugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim.

SalamUkhuwah....